Bagian bagian Mandau

2 10 2010

Tidak lengkap kiranya jika mandau tidak memiliki kumpang. Kumpang ialah sebutan sarung untuk mandau, kumpang mandau merupakan tampat masuknya mata mandau biasanya dilapisi tanduk rusa. Pada kumpangmandau diberi tempuser undang, yaitu ikatan yang terbuat dari anyaman uei (rotan).

Pada bagian depan kumpang dibuat sebuah sarung kecil tempat menyimpan langgei puai. Langgei puai adalah sejenis pisau kecil sebagai pelengkap mandau. Tangkainya panjang sekitar 20 cm dari mata anggei, bentuknya lebih kecil dari pada tangkainya. Fungsi dari langgei puai adalah untuk menghaluskan atau membersihkan benda-benda, contohnya rotan. Sarung atau kumpang langgei selalu melekat pada kumpang mandau. Sehingga dapat dikatakan bahwa antara mandau dan langgei puai adalah sebuah kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.

Advertisements




Pembuatan Mandau

2 10 2010

Mandau selain dibuat dari besi batuan gunung lalu diukir, pulang atau hulu mandau (tempat untuk memegang) dibuat berukiran dengan menggunakan tanduk kerbau untuk yang pulang-nya berwarna hitam. Dan menggunakan tanduk rusa untuk pulang yang berwarna putih. Pembuatan pulang dapat juga menggunakan kayu kayamihing. Pada bagian ujung dari pulang diberi atau ditaruh bulu binatang atau rambut manusia. Untuk dapat melengkatkan sebuah mandau dengan pulang dapat menggunakan getah kayu sambun yang terbukti sangat kuat kerekatannya.Setelah itu kemudian diikat lagi dengan jangang, namun jika jangang sulit ditemukan dapat menggunakan uei (anyaman rotan).





Jenis jenis Mandau

2 10 2010

Biasanya mandau terdiri dari ulu (pegangan), sarung dan bilah. Ulu terbuat dari kayu pilihan dan diberi hiasan, di antaranya berupa jumbai-jumbai rambut manusia yang diambil dari kepala orang yang sudah dikayau, berfungsi sebagai penambah keangkeran dan keampuhannya. Sementara itu, sarungnya terbuat dari kayu yang juga dihias dengan beragam hiasan, di antaranya manik-manik dan bulu burung. Pada sarung ini diselipkan anak mandau berupa pisau pengerat kecil yang bertangkai panjang. Sedangkan bilah mandau berukuran panjang sekitar 70 cm, ujungnya runcing dengan lebar yang berbeda dari bagian pangkalnya. Lebar di bagian ujungnya sekitar 6, 5 cm, sementara di bagian pangkalnya kira-kira 3,5 cm. Sisi tajamnya terletak di bagian depan, sementara sisi majal (tumpul)nya di bagian punggung. Pada bagian punggung ini terdapat bentuk ukiran bergerigi yang diperindah pula dengan logam lain selain besi, misalnya tembaga atau kuningan.

Pada dasarnya, jenis-jenis mandau pada semua suku Dayak memiliki bentuk yang sama. Tetapi ada sedikit perbedaannya jika dilihat dari segi kelengkungan bilahnya: yakni ada bilah yang agak melengkung, lurus, ada pula yang agak condong ke belakang. Ciri-ciri tersebut membedakan jenis-jenis mandau seperti jenis mandauilang yang hampir lurus; mandau langgi tinggang yang melengkung ke belakang; mandau naibor atau naibur yang memakai semacam pengait, hampir mirip dengankembang kacang pada keris di dekat pangkalnya. Selain itu, ada pula jenis mandaupakagan dan mandau bayou yang masing-masing memiliki variasi bentuk tersendiri. Dari perbedaan jenis dan bentuk hiasan yang ada pada mandau, akan diketahui bahwa mandau dengan ciri-ciri tertentu adalah milik orang Dayak Maayan, Dayak Mbalan, Dayak Bahau, Dayak Ngaju, atau sub suku Dayak lainnya. Namun, belum ditemukan penjelasan yang lebih jauh mengenai suku Dayak yang memiliki jenis-jenis mandau tersebut.





Sejarah Mandau

2 10 2010

Tidak banyak yang tahu tentang mandau, selain sebagai senjata tradisional Suku Dayak di Kalimantan, Indonesia. Di dalam kehidupan Orang Dayak, mandau bukan saja sebagai sebuah senjata dari besi semata, namun ia diyakini memiliki aura sebagai pendamping yang disebut panekang hambaruan (pemberi motivasi dan semangat; spirit.

Mandau merupakan senjata utama dari sekitar puluhan jenis senjata tradisional Suku Dayak yang mematikan. Menurut Tjilik Riwut (Kalimantan Membangun: Alam dan Kebudayaan,1993:309), nama asli mandau dalam Bahasa Sangen (Dayak Kuno) adalah Mandau Apang Birang Bitang Ayun Kayau yang artinya kurang lebih secara etimologis adalah “senjata yang dipakai kaum lelaki yang dipunyai oleh kaum kayau/para pemenggal kepala”(-pen) di zaman dulu. Sebuah mandau tidak digunakan secara sembarangan mengingat fungsionalitasnya dalam setiap upacara adat merupakan salah satu prasyarat. Ia tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti alat untuk memotong kayu, menebas semak dan lain-lain.





Bentuk Umum Rencong

2 10 2010

Gagang Rencong

1. Batang rencong
2. Fungsi kedudukan puting rencong didalam gagang.
3. Gagang rencong bentuk gagangmeucugek.
4. Bahagian rencong yang disebut cugee.

Puting Rencong

1. Puting rencong.
2. Batang rencong

Batang Rencong

Batang rencong, yaitu bagian besi yang menghubungkan puting dengan
bengkuang rencong.
1. Batang rencong
2. Bengkuang rencong yang berbentuk
kuku elang atau kuku
raja wali.
3. Bagian pangkal rencong sebelah
mata rencong.

Bangkuang rencong;

Bangkuang rencong ini bila diartikan dalam bahasa Indonesia, agaknya
lebih tepat disebut kuku elang atau kuku raja wali rencong. Gunanya
sebagai kuku penyangkut, apabila disarungkan berfungsi sebagai
sangkutan bila diselipkan pada pinggang sipemakainya.
1. Bengkuang rencong
2. Bagian pangkal rencong
3. Bagian batang rencong yang
dikatakan juga reukueng-reukueng.

Perut Rencong;

Perut rencong merupakan bagian mata rencong yang letaknya di
tengah-tengah mata rencong. Bagian ini diasah sehingga tajam, yang
kadang-kadang dipergunakan untuk memotong sesuatu benda yang
agak keras.
1. Perut rencong
2. Arah kebagian pangkal rencong.
3. Arah kebagian ujung rencong
4. Bagian yang diasah sehingga
tajam, untuk memotong sesuatu
benda yang agak keras.

Ujung Rencong;
Ujung rencong adalah bagian mata rencong yang runcing, karena
pa ‘a bagian ujung rencong itulah vang menentukan tembus tidaknya,
sesuatu benda yang ditusuk atau ditancapkan dengan sebilah
rencong. Di samping itu digunakan pula untuk menggores sesuatu
benda yang hanya mempan ditembus oleh ujung rencong.
1. Ujung rencong
2. Arah kebagian perut rencong
3. Ujung yang sangat runcing
untuk menembus sasarannya.





Jenis jenis Rencong

2 10 2010

Pertama, rencong meupucokyang dipakai oleh kalangan atas (kaum bangsawan), perbedaan rencong meupucok pada gagangnya dibungkus engan perhiasan emas.

Kedua, rencong meucugeekyang digunakan oleh kalangan menengah di aceh. Rencong meucugeek yakni rencong yang gagangnya dibuat dari gading gajah yang kadang-kadang dihiasi pula dengan perhiasan emas pada sumbunya.

Ketiga, Rencong Pudoi atau lebih dikenal dengan rencong biasa, pada dasarnya rencong peudoi ini gagangnya dibuat dari tanduk yang sudah diulas licin, sehingga mutunya tidak kalah dengan rencong yang sumbunya dibuat dari gading atau bergagang pucok yang dibungkus dengan emas.





Keistimewaan Rencong

2 10 2010

Salah satu keistimewaan rencong ada pada proses pembuatannya. Pembuatan rencong dengan bahan baku besi putih akan memerlukan waktu lebih lama dan lebih sulit dibandingkan dengan yang berbahan kuningan. Dari sekian banyak rencong yang ada, dapat dibagi ke dalam empat jenis reuncong, yaitu rencong pudoi (rencong yang belum sempurna pada bentuk gagangnya); rencong meukure, yaitu rencong yang diberi hiasan seperti gambar hewan, akar kayu dan bunga di bagian matanya; rencong meupucok (memiliki pucuk) yang di atas gagangnya ada sebuah pucuk yang biasanya terbuat dari emas; dan rencong meucugek yang pada gagangnya terdapat suatu bentuk cugek (perekat dan bergagang lengkung 90 derajat).rencong memiliki makna filosofi keislaman di mana pada gagangnya berbentuk huruf Arab ba, sedangkan pada bujuran gagangnya adalah huruf Arab sin. Pada pangkal besi yang berbentuk lancip dekat gagang, berhuruf Arab mim. Sementara itu, lajur-lajur besi pada gagang, berhuruf Arab lam. Secara keseluruhan, rencong berbentuk kalimat Arab Bismillah.