Sejarah Rencong

2 10 2010

Rencong (reuncong) merupakan senjata tradisional masyarakat Aceh. Bahan baku utama pembuatan rencong adalah besi putih, kuningan, dan tanduk kerbau (tanduk berwarna putih dan hitam).

Pada masa penjajahan Belanda, rencong digunakan di medan perang, tidak hanya oleh kaum pria, namun juga kaum wanita. Senjata ini diselipkan di pinggang sebagai penanda egalitarianisme dan ketinggian martabat, sekaligus simbol pertahanan diri, keberanian, kebesaran, dan kepahlawan ketika melawan penjajah Belanda. Dalam perjuangan melawan Belanda, sejarah mencatat nama-nama besar pahlawan srikandi Aceh, seperti Laksamana Malahayati (laksamana wanita pertama di dunia), Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Pocut Meurah Intan, Pocut Baren, dan Teungku Fakinah.

Saat ini, rencong telah beralih fungsi sebagai salah satu cenderamata khas Aceh. Rasanya tidak sempurna apabila pelancong dari luar Aceh ketika berkunjung ke Aceh tidak membeli rencong sebagai hadiah atau kenang-kenangan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: